Jumat, Maret 1, 2024
Lainnya
    Berita66% Konsumen Indonesia Beri Penilaian Positif untuk Merek Mobil China

    66% Konsumen Indonesia Beri Penilaian Positif untuk Merek Mobil China

    Mobil China dianggap lebih murah, punya ragam fitur yang inovatif, serta mendukung mobilitas dan kenyamanan.

    News.OLX – Tahun 2024 ini dibuka dengan hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh konsultan komunikasi Asia Tenggara, Vero, dan perusahaan manajemen pemasaran terpadu asal Tiongkok, WeBridge, yang fokus pada penelitian tren mobil-mobil merek China di Indonesia. 

    Dalam studi yang berjudul “The Road to Southeast Asia: A Study of Consumer Perceptions and Market Opportunities for Chinese Automotive Brands“, perusahaan ini menggali secara lebih dalam lanskap untuk Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

    Hasilnya memang cukup mengejutkan, karena menyebutkan sekitar 66% konsumen di Indonesia memiliki pandangan positif terhadap mobil-mobil China, karena dianggap lebih murah, punya ragam fitur yang inovatif, serta mendukung mobilitas dan kenyamanan.  

    40% konsumen sebut harga mobil China lebih terjangkau

    Studi ini mengungkap, 40% dari percakapan online terkait dengan merek-merek China di Indonesia membicarakan soal harga produk dan layanan yang kompetitif.

    Sementara 29% berfokus pada teknologi dan inovasi, secara khusus menyoroti elektronik dan kendaraan. 

    Konsumen Indonesia juga sangat tertarik dengan fungsional dan desain dari produk China, serta ketersediaannya melalui saluran online dan offline

    Selain itu, ada minat yang cukup besar juga di kalangan konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik (EV). Dibuktikan dengan volume pencarian keywords yang signifikan berkaitan dengan penghematan energi, mobil listrik, dan efisiensi energi. 

    Mobil listrik dianggap lebih hemat energi serta biaya dalam pengoperasian dan dan perawatannya dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). 

    Vero dan WeBridge juga menganalisis faktor-faktor utama yang mempengaruhi keputusan dalam membeli mobil di Indonesia.

    Dengan menggunakan teknik social listening, penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumen (33%) memandang bahwa memiliki mobil sebagai preferensi pribadi, yang menandai mobil sebagai pilihan gaya hidup. 

    Efisiensi dalam berkendara menyumbang 28% dari percakapan online, sementara mobilitas dan kenyamanan menyumbang 15%, menyoroti semakin pentingnya pilihan transportasi yang dipersonalisasi di kalangan konsumen Indonesia. 

    Kepemilikan mobil memungkinkan pengemudi untuk menghindari kerumitan bus yang penuh sesak atau waktu tunggu yang lama dalam perjalanan sehari-hari. 

    Namun, konsumen Indonesia merasa bahwa biaya kepemilikan mobil yang tinggi (38%) dan kurangnya infrastruktur (21%) menjadi penghalang untuk membeli mobil. 

    Meskipun masyarakat Indonesia menilai bahwa memiliki mobil adalah untuk kenyamanan berkendara, 17% menyatakan bahwa kemacetan lalu lintas juga menjadi kendala utama. 

    Strategi merek-merek mobil China kuasai pasar otomotif Indonesia 

    Harga terjangkau menjadi nilai jual utama untuk mobil-mobil China di Indonesia. Merek-merek otomotif China berhasil memposisikan diri secara strategis untuk unggul di pasar yang kompetitif ini dengan mengoptimalkan strategi penetapan harga. 

    “Konsumen Indonesia mencari cara yang dapat diandalkan dan hemat biaya untuk memudahkan perjalanan mereka, dan ketersediaan pilihan harga yang affordable dari merek-merek China sesuai dengan permintaan ini,” ungkap Quang Do, Vero Vice President IMC Consulting, salah satu eksekutif yang memimpin penelitian ini.

    Diskusi ini juga membahas terkait kendaraan listrik dan efisiensi energi serta manfaat lingkungan. 

    China sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dan Indonesia sebagai negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia (komponen utama untuk baterai kendaraan listrik), kedua negara ini bisa bekerja sama untuk mempromosikan elektrifikasi industri otomotif Indonesia. 

    “Merek kendaraan listrik China dapat memperkuat kampanye mereka di Indonesia melalui pesan keberlanjutan yang otentik, dengan menyoroti tujuan mobilitas ramah lingkungan di Indonesia dan manfaat lingkungan dari peralihan ke kendaraan listrik. Mereka dapat menarik perhatian konsumen terhadap keberlanjutan dengan mempromosikan EV sebagai penanda gaya hidup modern, bukan hanya sebagai tren sesaat, terutama karena Indonesia dianggap sebagai salah satu penghasil emisi karbon terbesar di kawasan ini. Merek-merek China juga dapat menggali lebih dalam untuk mengatasi masalah konsumen dalam adopsi kendaraan listrik, seperti infrastruktur pengisian daya dan sistem penukaran baterai yang nyaman,” lanjut Quang Do.

    Diharapkan ikut lebih banyak pameran

    “Merek-merek mobil China dapat meningkatkan visibilitas mereka dengan berpartisipasi dalam berbagai pameran besar atau menyelenggarakan acara-acara yang menawarkan kesempatan untuk mencoba mobil dan berinteraksi dengan perwakilan merek. Inisiatif offline ini membawa merek-merek tersebut berinteraksi secara langsung dengan audiens target mereka dan memberikan wawasan yang tak ternilai ke dalam perilaku konsumen,” terang Dzikri Sabillah Anwar (Chiki), Senior PR Executive di Vero.

    “Hal ini dapat membantu meningkatkan keterlibatan konsumen dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” pungkasnya. 

    Seperti diketahui, dalam kurun dua tahun terakhir, market Indonesia memang tengah diserbu oleh model-model elektrifikasi asal China. Mulai dari Wuling Motors, NETA, Chery dan terakhir akan segera rilis di Indonesia adalah BYD.

    Ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi pabrikan mobil asal Jepang untuk bisa terus bertahan mendominasi pasar kendaraan di Tanah Air.

    Selain informasi di atas, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLXDownload aplikasinya di Play Store atau App Store.

    Populer
    GIIAS 2023
    Berita Terkait