Jumat, Maret 1, 2024
Lainnya
    Tips & TrikAda Spooring 3D dan Spooring Biasa, Apa Bedanya?

    Ada Spooring 3D dan Spooring Biasa, Apa Bedanya?

    Spooring melibatkan penyesuaian sudut-sudut tertentu seperti camber, caster, dan toe angle.

    News.OLX – Dalam dunia otomotif, ban dianggap sebagai nyawa kendaraan, karena faktor keselamatan saat berkendara sangat bergantung pada kondisi ban. Ketika kamu bepergian, khususnya dengan mobil, penting untuk memeriksa kondisi ban secara berkala.

    Karena kondisi ban tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan berkendara, tetapi juga pada keselamatan, terutama saat melewati jalan yang rusak. 

    Salah satu langkah yang dapat diambil untuk memastikan keselamatan berkendara adalah melakukan spooring

    Spooring adalah suatu prosedur penyesuaian sudut roda kendaraan untuk memastikan bahwa roda-roda tersebut berada dalam posisi yang benar dan sejajar. 

    Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan kendaraan, mengoptimalkan kinerja ban, serta mencegah terjadinya keausan yang tidak merata. Proses ini melibatkan penyesuaian sudut-sudut tertentu seperti camber, caster, dan toe angle.

    Spooring 3D menggunakan teknologi infra merah

    Spooring sendiri memiliki dua jenis, yaitu spooring 3D dan spooring biasa. Spooring 3D menjadi pilihan populer karena menggunakan teknologi infra merah untuk mengatur sudut keselarasan roda, membuatnya lebih stabil.

    Keunggulan spooring 3D terletak pada kemampuannya untuk meminimalisir posisi tidak presisi. 

    Teknologi infra merah meningkatkan tingkat akurasi dalam mengatur sudut roda, sehingga memberikan hasil yang lebih tepat. Cara kerjanya melibatkan penempelan sensor infra merah ke roda dan penggunaan alat digital yang canggih.

    spooring (1)

    Spooring biasa menggunakan alat konvensional

    Di sisi lain, spooring biasa menggunakan mesin konvensional tanpa melibatkan teknologi infra merah. Meskipun tujuannya sama dengan spooring 3D, yaitu menjaga kestabilan kendaraan, namun tingkat keakuratannya tidak setinggi spooring 3D.

    Proses spooring mencakup beberapa aspek, termasuk camber, caster, toe angle (toe-in atau toe-out), dan turning radius. 

    Biasanya, spooring diperlukan ketika setir terasa bergetar, mobil belok sendiri, setir terasa berat, hilang keseimbangan kendaraan, atau ada goncangan saat membelokan kendaraan.

    Memahami perbedaan antara spooring 3D dan spooring biasa dapat membantu membuat keputusan yang lebih baik dalam merawat kendaraan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan dan performa kendaraan kamu.

    Selain informasi di atas, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLX. Kamu juga bisa cari mobil bekas impianmu dengan dengan download aplikasi OLX di Play Store atau App Store.

    Populer
    GIIAS 2023
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait