Minggu, April 21, 2024
Lainnya
    Tips & TrikApa yang dimaksud dengan ePPsi SIM?

    Apa yang dimaksud dengan ePPsi SIM?

    ePPsi SIM, terobosan terbaru untuk memudahkan calon pemegang SIM. Pelajari lebih lanjut tentang aplikasi ini!

    News.OLX – Kesehatan rohani menjadi aspek penting bagi pemilik SIM, seiring dengan ketentuan Perpol Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 12. Pasal tersebut menetapkan bahwa calon pemegang SIM harus melewati tes psikologi sebelum dapat diakui. Sebagai langkah untuk mendukung pelaksanaan tes psikologi, ePPsi SIM hadir.

    Terobosan baru bernama ePPsi SIM dari POLRI ini dirancang untuk memfasilitasi calon pemilik SIM. Bagi peserta tes psikologi yang terkendala waktu dan jarak, aplikasi ini menjadi solusi praktis. Jadi, pelaksanaan tes dapat terwujud secara praktis, cepat, dan ekonomis di mana saja dan kapan saja.

    Apa Itu ePPsi SIM?

    Aplikasi ePPsi SIM, sebagai Progressive Web Application (PWA) yang kompatibel dengan Android dan iOS, memberikan akses kepada siapa pun untuk mengikuti tes psikologi SIM secara online. Tes psikologi SIM ini resmi, lantaran Biro Psikologi SSDM POLRI sendiri yang mengembangkan dan mengawasi.

    Tes psikologi SIM dalam aplikasi ini telah disesuaikan dengan ketentuan Perpol Nomor 5 Tahun 2021. Metodenya diperbaharui secara kontinu dengan alat ukur tes yang terkalibrasi secara cermat.

    Keunikannya terletak pada klaim penyesuaian item-item tes untuk setiap individu. Dengan begitu, hasil tes menjadi unik dan personal untuk masing-masing peserta.

    Tes psikologi SIM menguji tiga aspek utama, yakni kognitif, kepribadian, dan psikomotorik.

    Bagian kognitif menampilkan pernyataan-pernyataan dengan pilihan jawaban benar atau salah, sementara bagian kepribadian memuat pernyataan-pernyataan yang menuntut pengukuran tingkat persetujuan. Di sisi lain, bagian psikomotorik berisi pasangan angka dan huruf yang mesti kamu isi.

    Peserta yang telah mengikuti tes psikologi SIM melalui aplikasi ini dapat memanfaatkan hasilnya untuk mengurus penerbitan SIM, baik secara online maupun offline.

    Hasil tes tetap berlaku selama enam bulan. Jadi, kamu bisa mencetak SIM golongan apa pun selama periode tersebut hanya dengan satu kali tes.

    ePPsi SIM (1)

    Bagaimana Cara Tes Psikologi di ePPsi SIM?

    Mengikuti tes psikologi SIM melalui ePPsi SIM sangat gampang. Langkah awal, pastikan aplikasinya sudah terunduh. Pastikan juga kualitas koneksi internetmu baik, dan jika menggunakan sambungan seluler, pastikan kuota internet mencukupi. Setelah itu, buka aplikasi dan lakukan proses pendaftaran.

    Sebelum dapat mengikuti tes, kamu akan diminta untuk melakukan verifikasi NIK dan email, membeli kupon tes, serta membayar biaya tes sebesar Rp48.500. Pembayaran dapat kamu lakukan melalui Virtual Account Bank BNI yang tersedia.

    Setelah pembayaran selesai, kamu dapat menukarkan kupon tes untuk menjalani satu kali tes. Lakukan tes dengan sebaik mungkin. Setelah selesai, hasil tes akan segera terbit. Jika ternyata kamu tidak berhasil pada percobaan pertama, jangan khawatir, karena kamu bisa mencoba kembali hingga enam bulan berikutnya.

    Akan tetapi, sebelum melanjutkan ke percobaan berikutnya, kamu wajib sesi konseling terlebih dahulu. Sesi ini bertujuan untuk menentukan kelayakan kamu untuk melanjutkan. Jangan khawatir, layanan konseling sudah termasuk dalam biaya tes, sehingga tidak ada biaya tambahan yang perlu kamu bayar.

    Apabila kamu mengalami kendala saat mengerjakan tes, jangan ragu untuk menghubungi pengelola aplikasi ePPsi SIM melalui email di support@caina.co.id atau melalui akun media sosial Instagram, Twitter, dan Facebook dengan username @eppsi_sim.

    Pastikan kamu siap mengikuti tes praktik SIM setelah berhasil melewati tahapan awal dengan perlengkapan lengkap. Temukan semua kebutuhan otomotifmu di OLX, platform jual beli online terpercaya. Segera download aplikasi OLX melalui Google Play Store atau App Store untuk kemudahan berbelanja dan transaksi!

    Populer
    GIIAS 2023
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait